Khotbah Gembala minggu ke 2 Oktober 2016

Bahan Sharing COOL dari khotbah Gembala ​ WAJIB DIPAKAI!!
GBI Tanjung Duren​
SIKAP HATI YANG EKSTREM
Khotbah Gembala – Oktober 2016
Tahun Ayin Zayin
Pada tanggal 03 Oktober secara penanggalan Yahudi maka kita sudah memasuki tahun yang baru, yaitu tahun 5777, tahun Ayin Zayin. Mazmur 32 : 8 “Aku hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh; Aku hendak memberi nasihat, mata-Ku tertuju kepadamu.” Tuhan sedang tertuju kepada umat pilihan-Nya. Ada sesuatu yang khusus yang Tuhan sedang rencanakan dan perhatikan daripada kehidupan kita. Apakah saudara mau diajar dan menerima nasihat daripada Tuhan ? Tuhan hendak menunjukkan jalan yang seharusnya kita tempuh. Ada something wrong jika kita belum menemukan jalan yang Tuhan tunjukkan kepada kita. Ini semua hanya bisa kita pahami apabila mata kita tertuju kepada Tuhan, dan bukan kepada masalah atau keinginan bahkan cita-cita kita, tetapi hanya kepada Tuhan.
Arti Zayin
Zayin bicara angka 7. Ada beberapa arti, tapi yang akan dibahas hanya salah satu arti saja, yaitu pedang. Tahun ini adalah tahun peperangan. Kita adalah prajurit-prajuritnya Tuhan, dan tugas prajurit adalah untuk berperang. Kalau kita mengerti bahwa ini adalah musim perang, maka tempat yang paling nyaman adalah menjadi prajurit.
Amsal 24:6 “Karena hanya dengan perencanaan engkau dapat berperang, dan kemenangan tergantung pada penasihat yang banyak.” Kita belajar perencanaan dan apa yang Tuhan rencanakan buat kita.
Pedang memiliki arti sebagai berikut :
1. Peperangan Rohani.
​Efesus 6 : 11-13 Pakai seluruh perlengkapan senjata Allah, yaitu :
– Berdiri tegap : Jangan tawar hati. Kalau kita tawar hati maka kecillah kekuatan kita.
– Berikat pinggang kebenaran : Hidup benar sesuai Firman Tuhan.
– Berbaju zirah keadilan : Bertindak benar terhadap orang lain.
– Berkasut kerelaan untuk memberitakan Injil damai sejahtera : ini waktunya menginjil.
– Perisai iman : Memadamkan semua panah api dari si jahat.
– Ketopong keselamatan : Kalau kita sungguh-sungguh sudah mengundang Yesus dan percaya bahwa dia adalah Tuhan dan Juruselamat, dan kita sungguh-sungguh bertobat, maka kita percaya bahwa kita sudah terima keselamatan.
– Pedang roh : Doa dan permohonan.
Kenakan perlindungan daripada Tuhan, maka kita tidak perlu takut.
2. Penderitaan, bencana, masa-masa yang sukar.
Tahun ini adalah tahun pemisahan antara kambing dengan domba, antara yang yang kudus dengan yang tidak kudus.
3. Murka Tuhan.
Cawan murka Tuhan sedang ditumpahkan.
4. Keruntuhan.
Keruntuhan juga bicara keruntuhan moral dan rohani. Banyak orang kelihatannya rajin ke gereja, tetapi jika kita lihat secara jujur, peningkatan rohani yang sungguh-sungguh, sepertinya tingkat imannya menurun cukup drastis. Artinya masih ke gereja, tapi tidak sungguh-sungguh percaya Tuhan dan lakukan kebenaran.
5. Musim yang ekstrem.
Sikap hati kita kepada Tuhan juga ekstrem (gila-gilaan, lebih daripada normal), baik dalam mengejar Tuhan, puji dan menyembah, baca Alkitab, mendeklrasikan iman, ketaatan kepada Tuhan juga harus ekstrem.
Musim Yang Ekstrem
Kita masuk musim yang ekstrem. Pak Niko katakan bahwa di musim yang eksterm ini, maka sikap hati kita kepada Tuhan juga harus ekstrem. Ekstrem artinya gila-gilaan dan lebih daripada normal. Ekstrem dalam mengejar Tuhan, ekstrem dalam doa pujian dan penyembahan kepada Tuhan, ekstrem dalam baca Alkitab, ekstrem dalam mendeklarasikan Firman, dan ketaatan kepada Tuhan juga ekstrem.
Di negara kita, tidak pernah merasakan musim yang ekstrem, karena perbedaan antara musim kemarau dan musim hujan, tidaklah terlalu ekstrem perbedaan suhunya. Akan tetapi di negara yang musimnya ekstrem, maka orang harus memperhatikan ramalan Cuaca dengan sungguh-sungguh.
Amerika adalah negara yang dibangun dengan prinsip kekristenan. Bahkan di mata uangnya Amerika dituliskan “In God We Trust”. Akan tetapi sekarang ini Amerika sedang mengalami kemerosotan moral. Kenapa bisa begitu ? ternyata mereka kurang ekstrem berdiri di atas dasar Firman Tuhan yang ditetapkan sejak awal.
Seks bebas di mana-mana, hampir 70% pernikahan Kristen bercerai, Aborsi, LGBT, Bunuh diri. Mereka sudah merasa hidup mereka di tangan mereka sendiri dan bukan lagi di tangan Tuhan.
Mereka tidak punya sikap hati yang cukup ekstrem untuk melakukan kebenaran Firman Tuhan. Jika kita tidak lakukan ke-esktreman itu, maka tanpa sadar kita tidak lagi hidup di atas dasar prinsip-prinsip Firman Tuhan, akan tetapi sudah tercampur dengan humanisme.
Humanisme
Humanisme adalah pandangan, konsep yang manusiawi. Kemanusiaan sebagai satu-satunya fokus. Fokusnya adalah manusia, dan tujuannya adalah untuk kepentingan manusia.
Di permukaan, humanisme berbicara mengenai toleransi, mengasihi sesama, peri kemanusiaan, cinta perdamaaian dan persaudaraan. Inilah yang berbahaya. Jika kita mulai masuk ke humanisme, maka pelan tapi pasti kita akan terjebak untuk menjauh daripada Tuhan. Pada kenyataannya humanisme bertentangan dengan Firman Allah.
Mengapa humanisme sangat mudah untuk diserap, karena sangat manusiawi dan lebih mudah dilakukan oleh manusia dibandingkan melakukan Firman Tuhan. Orang yang melakukan humanisme akan terlihat baik. Kita cenderung lebih suka menjadi orang baik dibanding menjadi orang benar.
Yang menjadi dasar humanisme :
1. Memandang keberadaan Allah tidak berarti atau tidak relefan dengan kelangsungan hidup manusia.
2. Percaya alam semesta ada dengan sendirinya, dan manusia adalah bagian dari alam dan muncul sebagai hasil dari proses yang berkelanjutan.
3. Percaya bahwa manusia hanya mahluk fisik.
4. Menyatakan tidak ada tujuan ilahi pada manusia. Manusia sendiri yang bertanggung jawab untuk merealisasikan mimpinya.
5. Keyakinan bahwa kebaikan adalah sifat dasar manusia.
6. Nilai moral berasal dari pengalaman manusia. Humanisme menentang moralitas yang absolut, moralitas yang sudah ditentukan oleh Tuhan mengenai apa yang boleh dan apa yang tidak boleh.
Kalau kita merasa cukup jadi orang baik, artinya kita lebih menghidupi humanisme daripada Tuhan. Tuhan mau kita jadi orang benar. Matius 6:33 mengajak kita untuk mencari dahulu kerajaan Allah dan kebenaranNya. Kalau melihat orang salah, kalau perlu kita melaporkan maka kita harus berani untuk melaporkan. Matius 5 : 6 mengajak kita untuk memiliki kerinduan yang meluap-luap akan kebenaran, dan bersedia dianiaya oleh sebab kebenaran.
Ini adalah peperangan yang kita harus hadapi hari-hari ini, yaitu memerangi humanisme.
Pertanyaan untuk didiskusikan dan direnungkan
1.) Dari 5 arti pedang di atas, sharingkan secara bergantian untuk masing-masing pointnya sesuai dengan apa yang didapat oleh anggota COOL !
2.) Apakah pandangan kita mengenai humanisme ? Diskusikan dengan seru !
3.) Bagaimana supaya kita tidak terjebak di dalam humanisme ?

Selamat Melayani. Tuhan Yesus Memberkati Berlimpah-Limpah.