Khotbah Gembala 13 November 2016

Bahan Sharing COOL dari khotbah Gembala WAJIB DIPAKAI!!
GBI Tanjung Duren
JANGAN TAKUT
Khotbah Gembala – November 2016
Dimanakah Iman Kita ?
Pada waktu 04 November, ada beberapa orang yang sangat ketakutan karena mendengar berita dari media sosial. Bahkan ada orang-orang yang saya kenal yang langsung hendak mengirimkan anaknya keluar negeri, padahal sedang kuliah di Indonesia. Ada yang sekeluarga hendak pergi keluar negeri hanya karena kejadian kemarin. Bahkan tiket Jakarta-Singapore yang biasanya 1 juta-an, tiba-tiba melonjak menjadi 11 jt – 13 jt. Bahkan harga tiket SQ mencapai 45 jt. Artinya begitu banyak orang mencari tiket dan hendak pergi cepat-cepat pada waktu itu. Yang menyedihkan sebagian besar dari mereka adalah orang Kristen. Kemudian ada suara yang berbicara dalam hati saya, kalau seperti ini, dimanakah iman kita ?

Mazmur 112:7 katakan “Ia tidak takut kepada kabar celaka, hatinya tetap, penuh kepercayaan kepada TUHAN.” Artinya Tuhan mau hati kita tetap menaruh kepercayaan kepada Tuhan, dan kepercayaan kita tidak setengah-setengah.

Mazmur 23:4 “Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu, itulah yang menghibur aku.” Sekalipun kita mengalami keadaan yang tidak enak, harusnya kita tetap tidak takut bahaya. Sebab Tuhan beserta kita.
Mari kita renungkan dimanakah Tuhan kita tempatkan dalam hidup kita. Apakah kita hanya letakkan seperti tamu, hanya di luar pagar ? Ataukah kita tempatkan di ruang tamu yang kita diamkan saja ? Atau kita sudah tempatkan Dia di dalam rumah kita dan membiarkan Dia mengambil alih kehidupan kita ?
Kita semua direncanakan Tuhan untuk sukses dan berhasil. Sebab Dia Tuhan yang baik.

Cara Supaya Kita Menjadi Berani
Bagaimana caranya supaya kita menjadi berani ?
2 Timotius 1:7 “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”
1 hal yang Tuhan nyatakan, Ketakutan itu bukan hanya pikiran tetapi roh. Orang yang dikuasai ketakutan bahkan tidak bisa berbuat apa-apa, sebab sebetulnya ada roh ketakutan yang menguasai hidup kita. Roh itu menular. Sehingga jika kita ketemu orang yang ketakutan, maka kita juga bisa tertular ketakutannya. Oleh karena itu jangan biarkan diri kita dikuasai oleh ketakutan, karena berarti ada roh yang masuk menguasai hidup kita.
Tuhan tidak memberikan roh keberanian, tetapi roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban dalam hidup kita. Kombinasi dari ketiganya itulah yang disebut keberanian yang ilahi.
Kenapa Tuhan tidak mau memberikan instant kepada kita roh keberanian, karena Tuhan mau keberanian itu terinstall permanent dalam karakter kita, sehingga tidak akan hilang, dan akan ada dalam hidup kita selamanya.
Agar supaya keberanian terinstall permanen dalam hidup kita, maka ketiga hal di atas harus dibangkitkan :
1.) Kekuatan
Tuhan hendak membangkitkan kekuatan dalam hidup kita. Kekuatan = Power = Dunamis = Sumber Kekuatan = Sumber Ledakan. Untuk membangun kekuatan maka kita harus bertahap. Kekuatan ini berbicara iman atau power of vision. Kita harus punya iman bahwa Tuhan punya rencana atas hidup kita. Supaya iman bisa bertumbuh maka perlu dilatih, dan ketika ada visi maka harus dilakukan, dan ketika ada masalah tetap semangat melakukannya. Sehingga siklusnya menjadi : Vision – Action – Passion.
“Dari Daud. TUHAN adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut? TUHAN adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?” (Mazmur 27:1)
Daud melatih imannya, dari mengalahkan serigala, dan akhirnya mengalahkan singa. Sehingga pada waktu berhadapan dengan Goliath, Daud berani. Kekuatan itu harus dibangun. Daud sangat mengerti bahwa Tuhan menyertai dirinya. Kita tidak menjadi takut kalau kita percaya bahwa Tuhan selalu ada bersama kita.
2.) Kasih
“Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.” (1 Yoh 4:18)
Di dalam kasih tidak ada ketakutan. Keberanian sejati tidak akan muncul dari kondisi yang nyaman, tetapi hanya muncul di saat kaki kita gemetar. Di dalam peristiwa kebakaran sebuah rumah, di mana ada seorang anak kecil terjebak di dalam rumah yang terbakar. Orang-orang tidak ada yang berani masuk, kecuali orang tua anak tersebut. Orang tua anak tersebut mendadak bisa punya keberanian menerobos api yang begitu besar. Mengapa orang tua tersebut bisa begitu berani ? karena kasih.
3.) Ketertiban
Ketertiban berbicara suatu ketaatan dan suatu konsistensi untuk mengikuti suatu aturan atau hukum.
Contohnya dapat kita lihat dalam diri gubernur kita, dimana dia tahu rencana Tuhan adalah yang terbaik, sehingga dia bisa tertib dan konsisten melakukan aturan dan hokum, meskipun nyawa dan jabatan menjadi taruhannya. Dia tahu bahwa hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan. Dia tidak mencari apapun kecuali mencari Tuhan. Mari kita juga belajar, bahwa yang kita cari dalam hidup kita hanya Tuhan dan bukan yang lain.
Matius 22:16 berkata “Mereka menyuruh murid-murid mereka bersama-sama orang-orang Herodian bertanya kepada-Nya: “Guru, kami tahu, Engkau adalah seorang yang jujur dan dengan jujur mengajar jalan Allah dan Engkau tidak takut kepada siapa pun juga, sebab Engkau tidak mencari muka.” Kalau kita tidak mencari muka dan tidak punya kepentingan pribadi, tetapi kalau kita hanya mencari Tuhan, maka kita tidak akan pernah takut dalam hidup ini.

2 Timotius 2:3 berkata “Ikutlah menderita sebagai seorang prajurit yang baik dari Kristus Yesus.” Pak Niko dalam doa pengerja SICC bulan November, ada 1 kalimat yang beliau sampaikan, bahwa kalau kita jarang atau tidak pernah menderita karena nama Yesus, pasti kita terlalu banyak kompromi. Kompromi artinya tidak tertib.

Kita harus percaya bahwa Yesus adalah Tuhan dan Juruselamat. Kekristenan bukanlah agama. Agama adalah usaha manusia untuk mengenal Tuhan dan hidup baik. Tetapi Kekristenan bukan dari manusia, tetapi karya Tuhan yang mengasihi dan menyelamatkan manusia. Oleh karena itu kita tidak boleh lagi berkata semua agama itu sama saja, berarti kita sedang kompromi. Mari biasakan diri kita kompromi, apalagi conformity. Conformity berarti menyesuaikan bentuk, mengalir supaya kita bisa diterima. Karena itu tidak menyukakan hatinya Tuhan.

Pertanyaan untuk didiskusikan dan direnungkan

1.) Apakah yang menjadi ketakutan kita saat ini ?
2.) Bagaimana cara kita bisa mengatasi ketakutan tersebut ? Diskusikan dengan seru !

Selamat Melayani. Tuhan Yesus Memberkati Berlimpah-Limpah.