Khotbah Gembala 11 September 2016

Bahan Sharing COOL dari khotbah Gembala                                                                           WAJIB DIPAKAI!!

GBI Tanjung Duren

DNA GEREJA

Khotbah Gembala – September 2016

Cara Pandang

Sebuah kapal pesiar mengalami kecelakaan di laut dan akan segera tenggelam. Sepasang suami istri berlari menuju sekoci untuk menyelamatkan diri. Sampai di sana, mereka menyadari bahwa hanya ada tempat untuk satu orang yang tersisa. Segera sang suami melompat mendahului istrinya untuk mendapatkan tempat itu. Sang istri hanya bisa menatap kepadanya sambil meneriakkan sebuah kalimat sebelum sekoci menjauh dan kapal itu benar-benar menenggelamkannya. Guru yang menceritakan kisah ini bertanya pada murid-muridnya, “Menurut kalian, apa yang istri itu teriakkan?”. Sebagian besar murid-murid itu menjawab, “Aku benci kamu!”, “Kamu egois!”, “Nggak tau malu!”. Ada seorang murid yang diam saja, lalu guru itu meminta murid yang diam saja itu menjawab. Kata si murid, “Guru, saya yakin si istri pasti berteriak, ‘Tolong jaga anak kita baik-baik’”. Guru itu terkejut dan bertanya, “Apa kamu sudah pernah dengar cerita ini sebelumnya?” Murid itu menggeleng. “Belum. Tapi itu yang dikatakan oleh mama saya sebelum dia meninggal karena sakit.” Setelah sang suami meninggal, anak itu menemukan buku harian ayahnya. Di sana dia menemukan kenyataan bahwa, saat orangtuanya naik kapal pesiar itu, mereka sudah mengetahui bahwa sang ibu menderita penyakit kronis dan akan segera meninggal.

Apa yang kita bisa pelajari dari cerita di atas ? setiap orang tanpa mengetahui sebuah kondisi secara jelas, bisa memiliki pandangan yang salah dan bahkan melenceng jauh sekali.

Prinsip DNA

Pada waktu doa pengerja SICC bulan September, sekaligus perayaan GBI Jl Gatot Subroto yang ke-28, Pak Niko menceritakan kembali mengenai perjalanan pelayanannya selama 28 tahun. Apa yang Pak Niko lakukan adalah berusaha menjelaskan mengenai blueprint gereja kita.

Efesus 2:10 menjelaskan kepada kita bahwa Tuhan memiliki rencana dan tujuan yang berbeda untuk setiap individu. Ketika Tuhan mengutus, maka pasti Tuhan perlengkapi. Setiap individu diperlengkapi dengan kondisi, bakat, talenta dan perlengkapan yang berbeda. Tuhan menaruh semua rencana dan kelengkapan tersebut di dalam DNA kita. Gereja juga memiliki DNA rohani. Tuhan menciptakan gereja demi gereja dengan tata aturan yang berbeda, karena Tuhan memiliki fungsi dan rencana yang berbeda kepada setiap gereja.

1 Kor 12 : 18 “Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya.” Yang terpenting bagi kita adalah jangan salah tempat, karena kalau kita salah tempat maka kita tidak akan pernah optimal. Kita bukan mencari tempat yang paling nyaman, tetapi mencari tempat yang memang diperuntukkan bagi kita.

DNA Gereja Kita

DNA Gereja kita adalah Restorasi Pondok Daud. Pondok Daud adalah doa, pujian dan penyembahan dalam Unity siang dan malam. Definisi Pondok Daud selama 25 tahun pertama adalah bicara mengenai wujud atau bentuk pujian dan penyembahan. Akan tetapi definisi Pondok Daud selama 25 tahun kedua adalah bicara mengenai pembentukan pasukan.

Nubuatan Cindy Jacobs kepada Pak Niko menegaskan bahwa musim penuaian telah tiba.

Fokus Gereja

Fokus adalah melihat bagian yang lebih kecil secara lebih besar, dan menghilangkan bagian yang lainnya. Fokus gereja kita saat ini adalah masalah penuaian. Sehingga ada 4 area yang menjadi fokus gereja kita saat ini :

  1. Pembentukan Pasukan – Pemuridan
  2. Doa, Pujian dan Penyembahan
  3. Pembukaan Gereja Baru
  4. Pelayanan Mukjizat

 

Nilai Gereja

Kalau kita tidak memiliki nilai yang sama dengan gereja kita, maka langkah kita bisa salah. Nilai yang paling utama dari gereja kita :

  1. Ketaatan
    Taat adalah sebuah kata yang dibaca dari depan maupun belakang tetap sama.
  2. Miskin di hadapan Tuhan
    Kalau kita bisa tampil, kita tidak boleh bangga. Tidak ada kehebatan kita. Miskin itu bukan sekedar rendah hati, tetapi sadar bahwa di hadapan Tuhan, kita tidak punya apa-apa. Tanpa merasa miskin, kita akan sombong.

Pertanyaan untuk didiskusikan dan direnungkan

  • Apakah yang menjadi DNA dan fokus gereja kita ?
  • Apakah kita sudah mengerti nilai-nilai gereja kita ? Bagian mana yang masih sulit untuk kita terapkan menjadi nilai hidup kita ? Diskusikan dengan seru !

 

Selamat Melayani. Tuhan Yesus Memberkati Berlimpah-Limpah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *